T Kardin Pisau Indonesia

Ada satu pertanyaan yang meminta saya membandingkan pisau buatan T Kardin Indonesia dengan Carl Linder buatan Solingen, nah berhubung proses membandingkan ini harus ada barangnya, dan terus terang saja saya tidak punya yang Carl Linder, jadi sedikit akan saya bahas dari segi teknis pisaunya saja.
Ada banyak segi yang mempengaruhi kualitas dari sebuah pisau, mulai dari bahan, estetika, ketajaman dan lain sebagainya. Khusus untuk Bilah, Secara umum hal yang paling mempengaruhi kualitas sebuah pisau ditentukan oleh Bahan dan teknik pengerjaan.
Dari segi teknis, bila sebuah pisau dibuat dari bahan yang identik sama, dalam kass ini saya ambil bahan baja 440 sesuai yang dipertanyakan oleh "Pecinta Pisau"
Baja 440 yang biasa digunakan untuk pembuatan pisau biasanya datang dalam bentuk sheet, dan mampu dikerjakan dengan mesin (machineable), setelah mengalami proses pengerasan secara teknis mampu mencapai kekerasan 56-59 HR C, dan tegangan tarik 2030 MPa, kekuatan dan kekerasan inilah yang membuat bahan ini bagus untuk dijadikan material barang-barang struktur mesin yang membutuhkan kekuatan dan kekerasan yang tinggi.
nama lain baja ini adalah S44002-3, X90CrMoV18/X105CrMo17, atau SUS 440B/C untuk jepang.
Cukup untuk sekilas teknis, sekarang beralih kualitas mana yang paling bagus, T kardin atau Carl Linder? :D
sekali lagi kualitas teknik barang logam adalah hal yang eksak, pasti dan terukur baik dari segi proses maupun outputnya, sementara penampilan, masih tergantung dari kamampuan pembuatnya.
Bila dikerjakan dengan teknik yang sama, perlakuan panas yang sama tempering yang sama, hasil dari pisau tersebut adalah sama.
yang jadi permasalahan disini apakan T kardin atau Carl Linder menggunakan heat treate furnace yang terukur untuk melakukan heat treatment? apakah dilalukan tempering saat bilah pisau telah selesai, apakah saat penyelesaian/pengasahan suhu dijaga dibawa suhu kritis temper ?
kenapa pertanyaan ini ditanyakan, Baja grade 440 ini mempunyai suhu heat treat 1020-1065 derajat celcius, diikitu dengan pendinginan oleh endinginan dalam oli hangat atau udara.
Proses temper lanjutan npada suhu 150-370 derajat akan berakibat pada perubahan teknis bahan sesuai dengan yang diinginkan, sementara temper melebihi 425 mulai berakibat pada penurunan kekuatan tekan dan kekuatan korosi bahan, dan temper diatas 590 akan menurunkan kembali kekerasan yang telah diperoleh.
Nah kalo sekiranya kekerasan akan turun karena proses temper kenapa harus ditemper? proses pengerasan yang dibtuhkan untuk ketajaman pisau berakibat penurunan pada ketangguhan material, dan naiknya keregasan bahan, sehingga bahan tersebut menjadi mudah pecah, dan ini yang harus dihindari dalam proses pembuatan pisau.
Lalu proses pengasahan, gesekan antara pisau dengan material batu gerinda akan menghasilkan panas, nah panas ini yang harus dibatasi, sekalipun red hadness bahan sudah meningkat saat proses heat treatment, tapi suhu diatas 425 derajat sudah dapat menurukan kembali kekerasan material ini.
Tentu saja banyak sekali hal yang berpengaruh pada proses pembuatan pisau ini, selalu harus dibedakan antara Kekerasan, ketangguhan, dan elastisitas pada bahan, Perhatian kita terhadap Material Properties bahan harus sama komposisinya dengan tampilan estetika pisau secara keseluruhan, terutama untuk membeli pisau kelas premium seperti T.Kardin Pisau, Carl Linder atau pisau-pisau lainnya, dan saya sangat yakin hal ini pula yang sudah dipertimbangkan oleh para pembuat pisau tersebut dan inilah yang menjadikannya berbeda dengan pembuat pisau kebanyakan.

6 comments:

  1. tapi yang saya lihat di Tkardin pisau yang berbahan Damascus, sepertinya bukanlah baja damascus sebenarnya, lebih mirip seperti ATS 34 yang diberi ukiran "art", karena pada material bajanya tidak terlihat adanya tekstur ciri khas baja Damascus baik dengan proses pembuatan dengan penempaan Layer to Layer, atau dengan cara peleburan (dimasak) dari beberapa jenis baja yang disatukan!! jadi mungkin bisa saya simpulkan karena di Tkardin tidak bisa membuat/menghasilkan jenis baja khusus, kemungkinan bahan2 pisau lainya asal saja dipilih... yang penting Baja!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesimpulan T Kardin tidak bisa membuat baja khusus adalah benar, setahu saya T Kardin membeli bahan baku baja, namun pemilihan tidak bisa dikatakan asal juga, setidaknya untuk menentukan harga, 440, D2 dan O1 semuanya baja dan pilihan konsumen menentukan pemilihan bahan ini. Untuk damascus, saya tidak bisa berkomentar karena tidak ada gambarnya, hanya saja setahu saya T Kardin selalu mengetsakan nama bahan di setiap pisaunya, ada record penjualannya juga jadi untuk mengetahui lebih lengkap bisa langsung ke hegarmanah Bandung untuk mencari tahu bahan sebenarnya dari pisau tersebut.

      Delete
  2. Katana nya itu harga berapa ya? Klo. Pesen gmn ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak koq, mulai dari harga 500 ribu buatan lokal sampai 50 juta bisa diperoleh, ada banyak seller di Indonesia, salah satunya anda bisa gugling dengan kata kunci, "eiji katana" atau Ć«iji forge"untuk kualitas katana yang tergolong baik

      Delete
  3. Eiji Katana dah ketahuan bener2 hoax ya Om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heuheu...saya belum bisa bilang hoax, belum dapwt info jitu nih...

      Delete