Pisau Pramuka....sebuah kesia-siaan

Saya sendiri tidak begitu tahu peraturan mana yang mengharuskan Praja Muda Karana (Pramuka) membawa pisau, mungkin kalau saya membaca latar belakang keputusan assesoris pisau di baju pramuka, tapi ternyata pada Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 088 tahun 1981 tentang petunjuk penyelenggaraan pakaian Seragam Pramuka pun tidak ditemui satu pasal pun yang mengharuskan seorang pramuka membawa pisau. Tapi disadari atau tidak kebutuhan pisau sebagai TOOLS dalam kegiatan kepramukaan sangat penting.
Melihat hal tersebut penggunaan pisau saya kira perlu dimasukkan menjadi satu materi tersendiri dalam materi kepramukaan sesuai dengan tujuan kepramukaan yaitu pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur, sesuai dengan keadaan kepentingan dan perkembangan masyarakat Indonesia.
Penggunaan pisau sebagai perkakas (Tools) jelas sangat jauh berbeda dengan penggunaan pisau sebagai senjata (weapon), saat berbicara sebuah alat sebagai tool maka alat tersebut haruslah memenuhi syarat sebuah perkakas yang bisa mempermudah hidup manusia, tetapi apabila berbicara sebagai weapon  selama alat tersebut bisa mengakibatkan kerusakan, telepas dari pisau atau bukan, dalam bentuk sempurna atau pun tidak maka alat tersebut dapat dikatakan atau masuk kategori weapon.
Kembali kepada pisau pramuka, kondisi fisik dari pisau pramuka yang ada sekarang tidak lebih dari sebuah senjata, sekalipun dengan bentuk dan bahan yang seadanya, dengan bilah besi baja karbo rendah dan pegangan alunium, tetap merupakan senjata yang mematikan bila digunakan dengan 'benar' tetapi sebuah perkakas yang luar biasa jelek bila digunakan sebagai (tools).
jadi apakah yang dibutuhkan oleh gerakan pramuka ?? sebuah senjata atau alat ? bila yang dibutuhkan sebuah alat, bekali lah anggota gerakan pramuka dengan sebilah pisau tajam, kuat, yang cukup tajam untuk menyayat bambu, memotong tambang, memotong kertas dan melakukan tugas-tugas keseharian, tidak  cukup itu bekali pula dengan pengetahuan dasar tentang pisau, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dengan pisau. Sementara apabila yang dibutuhkan adalah senjata, bekali saja anggota pramuka dengan ballpoint dan ajari cara untuk menggunakan ballpoint tersbut sehingga dapat melumpuhkan musuh dengan cepat dan efektif.
jangan katakan susah mencari pisau seperti ini, ambilah contoh My First Opinel dari OPINEL, simple folding knife, bagus, bahan nya juga oke, dengan bentuk indah dan warna yang cerah
masih kurang??, ada masih banyak pisau lain yang bisa dijadikan pilihan, multi tools misalnya, seperti Skeletoolnya Leatherman, Vic Champ, atau multitools sellery yang bisa diperoleh dengan harga 30 ribu rupiah, atau pisau lipat buatan china yang harganya kurang dari 30 ribu rupiah.
Bukan maksud untuk promosi, hanya saja kalau pisau pramuka masih seperti yang ada dan digunakan sekarang, terlebih tanpa tujuan jelas untuk apa pisau tersebut harus ada..... sungguh kesia-siaan yang besar,... udah jelek nggak guna lagi....

25 comments:

  1. bener kang, saya dulu punya pisau pramuka, tapi diasah ampe nangis bombay juga nggak tajam2, akhirnya waktu saya pramuka saya bawa pisau lipat yg modelnya seperti puma, ada pencetan lock di punggung belakang pisau, gagang kayu kombinasi kuningan, nah mirip si kutmaster deh, itu malah tajam, dan memang sebagai pramuka nggak bisa disangkal kita butuh pisau, entah itu buat memotong ranting saat membuat api unggun, memotong bambu saat acara wade game,memotong tali saat membuat tenda,memasak, atau ,meruncingkan kayu saat kita kehabisan pasak saat membuat tenda, ini vital sekali....dan pisau pramuka yg ada sekarang TIDAK LAYAK DISEBUT PISAU PRAMUKA.... SETUJU BANGET...

    Salam Pisau,hehehe

    ReplyDelete
  2. wahahah... nangis bombay....!!!
    posisi dan pandangan pisau sebagai tools yang sekarang tergeser Tuan,...setiap bilang pisau selalu yang terbayang senjata,
    thanks for your comment boss !!

    ReplyDelete
  3. halo Tuan Uloh, betul kang, setiap saya bilang saya suka pisau, orang men "cap" ini orang trouble maker, padahal nggak begitu Kang, orang lihat saya ngasah golok, langsung ekspreainya kaget, memang image pisau harus diubah, semoga dengan edukasi yang baik image masyarakat terhadap pecinta pisau dapat diubah ya Kang,hehhe.... hatur nuhun, matur sembah nuwun kang ..

    ReplyDelete
  4. seperti itulah permasalahan di kita kang, karena kondisi dan stuasi kemasyarakatan kita juga yang membentuk penilaian terhadap pisau, termasuk undang-undang, diadopsi dari UU yang dibuat pada zaman dimana Belanja menganggap pribumi adalah ancaman, hasilnya ya undang-undang yang bukannya melindungi tetapi tetap menganggap warga negara membawa alat pertukangan pun adalah ancaman bagi warga negara lainnya

    ReplyDelete
  5. Setuju sekali kang,peso pramuka yg dulu hanya bisa buat gali tanah saja kalau buat yg lain mah ,matak nyeri hate,heheheh

    ReplyDelete
  6. sepertinya mulai merancang nih pisau Pramuka harus seperti apa.....hayoh siapa punya rancangan ???

    ReplyDelete
  7. saya bawa bedog waktu pramuka kang....wani lah. komo mun balikmipih mah.

    ReplyDelete
  8. @baledog...... luar biasa.....sayah mah tau balikmipih baru sekarang-sekarang ini....

    ReplyDelete
  9. Ini pengalaman pribadi saya waktu jamboree dunia di wedia juli lalu.Pramuka luar negeri,walaupun usia siaga (8-10 thn) sudah dibekali dengan pisau-pisau yang bahkan orang dewasa di indonesia belum tahu cara memakainya.Dan mereka sangat menguasai.Bagaimana cara menetak,dll.Dan pramuka luar negeri mempunyai pisau official mereka sendiri.Swedia punya Mora kniv,Swiss make victorinox,US punya BSA,dan yang umum buat pramuka ada opinel sama wenger.Saya pribadi bawanya Aitor JKII.Pisau pramuka yang ecek-ecek bisa dipake apa? paling cuma buat motong sayur...... harusnya ada produsen pisau yang menyuplai untuk organisasi pramuka indonesia.....

    ReplyDelete
  10. @ Praja Muda Karana Wah pengguna pisau pramuka sejati...:D maaf bila ada beberapa tulisan yang kurang mengena.... hganya pengalaman saya pribadi sebagai seorang Pramuka sampai tingkat SMU dan Orang tua yang pembina Aktif di tingkat Penegak hingga saat ini.
    Yang pertama harus di tetapkan menurut hemat saya adalah... Untuk apa pisau itu harus ada, semoga saya tidak salah, pada peraturan seragam Pramuka yang terbaru malah pisau tidak diwajibkan....... jika saya salah semoga ada kurikulum penggunaan pisau di Pramuka. Itu dulu yang utama. dari sana akan diketahui pisau seperti apa yang diinginkan...

    ReplyDelete
  11. yg jlas, untuk hampir semua kegiatan outdoor, baik secara organisasi maupun hoby, saya kira pisau/ golok menjdi salah satu tools yg wajib dimiliki dan dibawa. namun kmaren pngalaman tmn saya waktu mnjadi volunteer di bencana merapi malah kena tilang waktu pemeriksaan kendaran dan diketahui membawa pisau lipat multifungsi dan tau ga?? dia dikenai pasal UU darurat dan dijebloskan di penjara. untung berita ini segera menyebar sehingga rekan2 volunteer lainnya dr berbagai prguruqan dan aliran ( walah ) langsung datang memberikan dukungan kepada teman saya sehingga dalam waktu kira2 3 bulan ia dibebaskan..yg saya mau tekankan di sini mungkin penampilan ( gaya berpakaian, cara membawa dan asesoris prlngkapan si pemakai pisau ) saat membawanya juga menjadi syarat mutlak untuk performa si pemakai pisau sendiri. saya juga tiap hari ke merapi, bawa2 golok gedhe di pinggang, tp karena penampilan saya ancur ( wes, kaya pendekar beneran d, bawa tali, tas gede, tropong, pisau, sepatu boot, jaket penuh dengan emblem pecinta alam dll ) alhamdulillah juga g pernah kena pemeriksaan . d an itu selalu saya lakukan ketika ada bencana di suatu daerah. maaf ya numpang nimbrung gan.thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang berbagi pengalaman dengan para pemakai sejati, tentang urusan hukum membawa pisau memang masih abu-abu, tetapi selama bisa menunjukkan alasan kuat (positif tentunya) mengapa kita membawa pisau, disertai derngan attitude yang baik, tentu pihak kepolisian akan memberikan toleransi. Tapi apabila sikap negatif yang ditunjukkan, hanya dengan perbuatan tidak menyenangkan, tanpa harus membawa pisaupun orang bisa dijebloskan ke balik jeruji koq... so stay safe, stay humble untuk parta pecinta dan pengguna pisau...

      Delete
  12. aduuuuuuuh jelek banget

    ReplyDelete
  13. Mau tanya pramuka tanya Bear Grylls..........pasti nggak tau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bear apa ?? sebentar buka gugel dulu...

      Delete
    2. Bear Grylls itu ketua pramukanya negara inggris, kalau dinegara kita itu sama dengan ketua kwarnas dengan ciri khasnya dia selalu memakai logo WOSM dilengan kanannya yg dipasang di jaketnya,dan sayapun berkiblat pada beliau,baik semua ilmu yg beliau pakai dan pisau yg beliau pakai, pisau yg beliau pakai merk GERBER, bisa disearch Bear Grylls Knife

      Delete
  14. Jadi ingat cerita anak saya baru2 ini ikut kegiatan outdoor di sekolah. Guru pembina malah minjam pisau anak saya (piso lipat coldsteel) gara2 piso si pembina patah waktu menetak dahan. Lain kali mending anak saya dibekali golok aja sekalian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beuh mantap pisau lipat coldsteel ! itulah permasalahan sebenarnya dalam Pramuka, banyak materi terkait dengan pisau tapi tidak ada satu materi pun atau peraturan pun yang mengaturnya,... entah dimana salahnya..:D

      Delete
  15. kalo mau pesen kumaha carana kang?
    salam alpen angkatan 95-98

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, maaf kang teu nampi pesenan yeuh ayeunamah, biasana bikin ditawarin, gitu ajah nampi pesenan teh ripuh lah tapi nuhun, kalo ada kesempetan klik jualan barangkali ada yang cocok..:D

      Delete
  16. Pernah mengalami masa2 menyedihkan itu, namun semua itu dapat diakhiri ketika menginjak smp dan mengikuti jambore berbekal pisau berburu murahan namun dapat diandalkan. Hingga kini kemanapun pergi pisau selalu mencantol di pinggang (cuman peso lipet sederhana). Gak bawa itu, rasanya gak pede..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berandai-andai Pramuka membuat aturan yang lebih jelas tentang penggunaan pisau ini..:D

      Delete
  17. memang benar, didalam aturan kepramukaan tidak disebutkan seorang pramuka memakai pisau dalam seragamnya, dan memang benar pisau yang dibuat dipasaran utk anggota pramuka hanyalah sekedar asesoris dan tidak ada gunanya, namun sebenarnya karena pramuka itu identik dengan kegiatan berkemah dan kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, maka kegunaan pisau tidak terlepas dari anggota pramuka itu sendiri, namun apabila digunakan untuk kegiatan sehari-hari ataupun kegiatan latihan pramuka, maka kegunaan pisau itu hampir tidak pernah dipakai, kecuali apabila ada latihan pramuka yang harus menggunakan pisau, misal: latihan membuat bivak atau latihan memasak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertanyaannya apakah ada TKK yang mengatur penggunaan pisau ? atau SOP penggunaan Pisau pada gerakan kepanduan/ke-pramukaan di Indonesia sehingga penggunaan pisau ini bukan semata ilmu "terselubung" yang konon harus dikuasai tapi tidak ada pelajarannya

      Delete