Showing posts with label pisau. Show all posts
Showing posts with label pisau. Show all posts

Mengapa Pisau ??

Pisau...
beberapa mengasosiasikan pisau dengan kejahatan, dunia hitam dan lain sebagainya. tapi percaya atau tidak, pisau telah membawa manusia ke tingkat peradaban yang lebih tinggi. Sejak pisau primitif pertama dibuat, pisau telah menjadi teman bagi manusia. Dengan pisau manusia primitif menemukan lebih mudah untuk mengumpulkan bahan makan. Melalui pengembangan teknologi bahan pisau, pisau kemudian ditemukan dalam berbagai bahan, kayu, batu, perunggu, perak, besi, ceramic metal, api, air.....ya... bahkan api dan air telah dapat dibuat menjadi pisau.

Akhirnya pisau telah menjadi teman hidup manusia. setinggi apapun teknologi yang ada , tingkat keindahan seni, selalu tergambarkan dalam pisau.
Fungsi pisau pun beragam, sekedar dari pemotong kertas, berburu, hiasan, pemotong baja, sampai simbol pengangkatan kepala pemerintahan.
Beribu buku telah terbit, beragam ilmu yang terlibat, ribuan orang menjadi fans,.. tetapi tetap saja... selalu berhati-hati dengan pisau.

Bushknife tanpa mesin (Update)

Lanjutan pekerjaan yang tertunda.. kayanya rekor gambar terbanyak untuk dua postingan... tapi datipada disebut HOAX..
oke selanjutnya ....
terinspirasi oleh Neels, dia mungkin takkan pernah baca tulisan ini, tapi sedikit banyak memberi pengaruh terhadap gaya membuat pisau di bunker ini... termasuk coffe time ! hahahahahah !,

  Selanjutnya bikin mal, kayu yang dipakai kayu yang ada aja, kalo ada nggak enak dan ada kesempatan ntar diganti aja....
 Lalu bikin sebelahnya dan dipaku
 selanjutnya minta bantuan sesepuh, untuk sedikit memberi bentuk awal.
 setelah beberapa sayatan dan kikiran.....

Selanjutnya persiapan untuk membuat lubang, dengan menggunakan pen,.. kita panaskan lagi...

dan jussssssssssssssssss !!!!!!!!!!!!

Lubang pun selesai, setelah ini kembali ke kikir instrumen, untuk mempaerbesar lubang
 dan setelah pin bantuan dari Tedi Pandawa datang,  fitting ..
 di lem dengan lem  dextone, murah meriah..:D
 dan selanjutnya ampelas mengampelas
 setelah beberapa lembar dan sobekan kemudian....mari kita pakai
 test pertama, untuk menyalakan, mungkin nggak bisa potong paku apalagi baut, tetapi setidaknya mengerjakan tugasnya dengan baik untuk menyerut firestarter, dan kayanya hanya ini barang yang paling keras yang akan dia kerjakan.
foto akhir,... selanjutnya bikin sarung, untuk pembuatan sarung nggak usah ya..:D sudah ada di posting sebelumnya, yang wajib sekarang adalah pergi ke hutan dan menggunakannya,.. atau menghibahkannya..:D
tapi yang penting disini adalah..
saya sudah membuktikan kepada diri saya sendiri, bahwa bisa membuat pisau tanpa bantuan mesin gerinda, bukan artinya mesin itu tidak penting, karena ada beberapa hal yang memang diabaikan seperti kerapihan, kecepatan dan lainnya, tetapi jika hanya untuk membuat pisau, semua orang saya yakin PASTI BISA... tinggal mau saja.
Ok. semoga berkenan...


Mengunjungi Tambang Obsidian Bandung Purba

Sehubungan dengan kondisi hujan yang terus menerus, pembuatan baja agak ditangguhkan karena lokasi pembuatannya terguyur hujan, Mengisi kebosanan, akhirnya mencoba searching tentang pisau dari batu. Awalnya hanya sesederhana itu, dengan anggapan " ah mudah-mudahan mudah.." kemudian mencoba mengontak bapak T. Bachtiar, yang seorang ahli geologi.  Beliau hanya menujukkan satu tempat dimana tambang bahan baku pisau di Bandung purba dibuat, Kendan, sebuah tempat di daerah Nagreg, Bandung Timur.
Akhirnya minggu kemarin 15/12, berbekal informasi yang serba minim pergilah ke kendan nagreg, dan sesampai di kampung kendan dengan sok gayanya bertanya, "Tambang Batu Bandung Purba", dan bisa dipastikan semua orang bingung dan hanya tidak ada satu orang pun yang bisa menjawab. Beruntung saat istirahat melihat kilatan hitam batu obsidian di jalan yang masih jalan tanah berbatu, dan dengan menunjukkan contoh batu itu akhirnya jawaban yang diharapkan pun ditemui.
" Wah batu beling mah disisi lio, dipiceunan ang ! paur sok kacugak ! " (wah batu beling banyak dipinggir lio (tempat pembuatan bata merah) dibuang, ngeri suka kena kaki ). Hurraaaa !! langsung lah beribu pertanyaan diluncurkan dan jawaban pun diperoleh dengan mudah.
Dengan sedikit permohonan dan izin ke RT setempat akhirnya diperolehlah foto-foto ini:

 Selamat datang kawan !
 Perjalanan dengan mobil berhenti di rumah bapak RT, karena ternyata jalannya licin, dan lumayan dalam, dan penampakan batu kendan di mana-mana membuat ngeri.:D
 Melewati beberapa kebun..
 Akhirnya penampakan pertama batu obsidian...
 dan banyak penampakan-penampakan lainnya..
 ini jugaaaa... woaaa banyaaakkkk !
 setelah berjalan sedikit lagi melewati lio (tempat pembuatan bata merah)..
 sampailah ke tempat mencicipi.... menggunakan teknik knapping, teknik yang sengaja disearching sehari sebelumnya di gugel..:D
 dan.... razorsharp ! tajammmm !
dari tempat ini dipisahkan beberapa bongkah batu obsidian untuk keperluan pembuatan replika pisau zaman paleolitikum, dengan rasa modern... mudah-mudahan... :D doakan saya pemirsa..

nah ini adonan pembuatan bata merah... dan ini diaduk dengan cara diinjak oleh kaki, nah bayangkan kalau batu-batu itu ada di dalamnya.... waduh !!..

pembuatan bata merah... ekstra dari kunjungan kali ini...
Nah setelah percobaan pertama, ternyata membuat pisau batu tak semudah kelihatannya...jangankan sampai mengasah, hanya membuat bentuk saja sulitnya minta ampun, mudah-mudahan beberapa hari ke depan bisa selesai deh...:D