Bushknife tanpa mesin

Posting kali ini tidak lebih dan tidak kurang ingin membuktikan pada diri sendiri bisa membuat pisau tanpa bantuan mesin gerinda, gerinda duduk dan mesin bor. sudah lama memang ide ini tercetus dan baru kali ini bisa dibuat. 
untuk bahan kali ini saya berterimakasih kepada rekan Wawan dari parongpong Lembang yang telah memberikan bahan dari gergaji yang saya tidak tahu gergaji apa untuk dibuat pisau, sementara untuk alat yang digunakan sejauh ini adalah :
1. Gergaji besi,
2. Kikir bastard, setengah lengkung, bulat.
3. Batu asahan
4. Palu dan penitik untuk membuat lubang
5. Torch (dengan cartridge gas biasa)

Terus terang tantangan terbesar dari pembuatan pisau ini adalah mesin gerinda dan mesin bor yang senyam-senyum di pinggir ragum. tapi setidaknya pisau ini sudah berbentuk. 
dan penyelesaian akan dilanjutkan pada postingan berikutnya, tentu saja dengan tetap menggunakan idealisme yang sama pada pembuatan pisau ini... TANPA MESIN..
mohon maaf bila tidak semua proses bisa diabadikan, sayang juga pegang kamera sementara tangan penuh gram besi..:D
semoga berkenan

 ini bahan awal, tadinya ini golok yang katanya nggak apa-apa dibikin pisyau..:D thanks brod !

 Pilih dan gambar model... jelas nggak ?
Satu langkah yang lupa tidak diabadikan (juga) adalah annealing, menggunakan torch yang ada sampai non magnetik lalu di dinginkan dalam suhu ruangan (atau normalizing kayanya ya ..:D) hal ini dilakukan untuk sedikit memperlunak dan mempermudah pengerjaan pengikiran

 Banyak-banyak gergaji untuk memilinalisir ngikir yang banyak.. maaf banyak proses disini yang tidak diabadikan, doain saya punya Go-Pro deh biar bisa mengabadikan dalam bentuk video..:D


Proses pembuatan lubang untuk pin dan lanyard, ini juga tidak seluruhnya bisa diabadikan karena ribet juga sambil pegang palu dan pen trus moto.. ya lebihnya lupa karena semangat, tapi urutan langkahnya kurang lebih, panaskan sampai membara, pukul titiknya dengan pen, panaskan lagi balik pukul lagi... begitu berulang-ulang, asal ujung kikir intrumen (kikir kecil) bisa masuk sisanya dilanjutkan dengan menggunakan kikir..


 nah ini setelah kikir masuk.. ini sudah penggunaan kikir kedua, ukuran sengaja agak besar karena pen yang digunakan ingin hollow, (ini bahasa lain pen yang ada tinggal pen yang besar...)

 masih mengikir indah.... tidak masuk dalam gambar, bevel sudah dibentuk, sederhana saja tetapi disisakan lebih kurang 0,5 mm untuk finishing

proses selanjutnya adalah HT, sengaja dibuat sangat sederhana, bahkan hanya menggunakan torch, urusan keras tidak nomer dua, karena target pembuatan pisau ini hanya ingin meminimalisir penggunaan alat besar dan mahal, dan sebenarnya mungkin jauh lebih murah bila nebeng ke pande, minta di 'sepuhin' bahasa pande nya buat  HT dibanding beli torchnya yang seharga 60 ribu (saat itu) tapi pembelian torch ini sangat berguna selain untuk anneal juga untuk pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya.


Nah gambarnya jungkir...:D
posisi terakhir pisau, membutuhkan 3 jam untuk menghabiskan sisa 0,5 mm dengan menggunakan batu asahan dan berakhir dengan masup angin...:D dan belum tajam, bentuk bevel akhir konvex (walaupun niatnya tadinya scandi... tapi apapun yang terjadi.... sepertiga jalan menuju pisau yang dibuat tanpa bantuan mesin sudah dilalui...
total jumlah jam pengerjaan sampai saat ini, 7 jam...dikerjakan dalam 4 hari
Dilanjutkan di postingan ini

3 comments: